Armi Susandi's Personal Website

ARMISUSANDI.com  
< Back
Lihat tulisan lain
Untitled Document

Kamis, 25 Februari 2010

Peta Prediksi Masa Awal Tanam Padi

 

 

Pada saat ini, riset di Kelompok Keahlian Sains Atmosfer telah menghasilkan hasil berupa Peta Spasial Prediksi Masa Awal Tanam Padi, khususnya untuk wilayah Jawa Barat. Hasil riset ini merupakan hasil pengembangan model perubahan iklim yang mengkolaborasikan persamaan-persamaan matematis dengan kerumitan yang cukup tinggi. Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil prediksi seakurat mungkin dengan data lapangan.


Peta spasial prediksi masa awal tanam padi dilakukan untuk musim tanam di sekitar bulan basah setiap tahun. Hal ini disebabkan karena biasanya masyarakat petani mulai dapat menanam padi di bulan-bulan tersebut. Bulan basah (sekitar Oktober hingga Maret) rata-rata memiliki curah hujan yang berkisar antara 150 mm/bulan ke atas. Oleh karena itu, curah hujan sebesar ini sudah cukup untuk mendapatkan debit air yang cukup untuk sawah dapat ditanami padi. Umumnya, bibit padi dapat ditanam jika curah hujan di atas 200 mm/bulan, namun jika menggunakan bibit unggul maka curah hujan sebesar 150 mm/bulan sudah dapat untuk ditanam.

Peta tanam padi di atas didasarkan pada penyesuaian waktu tanam dan pola tanam. Waktu tanam dan pola tanam disusun berdasarkan beberapa skenario perubahan iklim, khususnya pola dan jumlah curah hujan.  Peta tanam menggambarkan potensi pola dan waktu tanam untuk tanaman pangan, terutama padi, berdasarkan potensi dan dinamika sumberdaya iklim dan air.

Mengingat pentingnya sistem informasi masa awal tanam padi di beberapa sentra produksi padi Indonesia, maka model perubahan iklim harus dapat dikembangkan untuk wilayah-wilayah tersebut. Saat ini, Jawa Barat merupakan daerah pertama yang sudah dilakukan riset prediksi masa awal tanam padi.